tugas PKBK
NAMA:ELLY SUSANTI
NIM:ACC 114 049
BAB
I
PENDAHULUAN
Proses
pembelajaran merupakan keterpaduan proses mengajar dan belajar. Proses mengajar
merupakan penyampaian informasi dari fasilitator pengetahuan kepada
akseptornya. Selain sebagai penyampai informasi kepada siswa, fasilitator
pembelajaran juga sebagai pengatur proses pembelajaran dan lingkungan di dalam
kelas. Proses belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal.
Faktor internal seperti sikap, pandangan hidup, perasaan senang dan tidak
senang, kebiasaan dan pengalaman pada diri peserta didik. Faktor eksternal
merupakan rangsangan dari luar diri siswa melalui indera yang dimilikinya,
terutama pendengaran dan penglihatan.Media pembelajaran adalah salah satu
contoh faktor eksternal yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi
belajar. Hal itu dapat tercapai karena media pembelajaran dapat mengatasi
berbagai hambatan, antara lain: hambatan komunikasi, keterbatasan ruang kelas,
sikap siswa yang pasif, pengamatan siswa yang kurang seragam, sifat objek
belajar yang kurang khusus sehingga tidak memungkinkan dipelajari tanpa media,
tempat belajar yang terpencil dan sebagainya.
Media
pembelajaran menempati posisi yang strategis dalam proses pembelajaran karena
menjadi perantara informasi pengetahuan dari guru kepada siswanya. Banyak
manfaat yang diberikan media pembelajaran kepada siswa. Sudjana & Rivai
mengemukakan manfaat media antara lain: menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar dan menjadi metode alternatif dalam belajar karena
siswa tidak semata-mata mendapatkan pembelajaran dari satu sumber. Menurut
Hamalik, manfaat media pembelajaran antara lain: meletakkan dasar-dasar yang
konkrit untuk berpikir, memperbesar perhatian siswa, menumbuhkan pemikiran yang
teratur dan kontinyu terutama melalui gambar hidup, dan membantu efisiensi dan
keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Strategi Ekspositori
Strategi
pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada
proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok
siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
Strategi pembelajaran
ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajran yang berorientasi
kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru memegang peranan
yang sangat penting atau dominan.
Dalam sistem ini guru
menyajikan dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematik, dan
lengkap sehingga anak didik tinggal menyimak dan mencernanya saja secara tertib
dan teratur.
Metode pembelajaran
yang tepat menggambarkan strategi ini, diantaranya :
a. Metode ceramah
Metode
pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan
pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Jadi ini sesuai dengan pengertian dan
maksud dari Strategi Ekspositori tersebut, dimana strategi ini merupakan
strategi ceramah atau satu arah.
b. Metode demonstrasi
Metode
demonstrasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau
mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang
sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan dengan lisan. Jadi guru
memperagakan apa yang sedang dipelajari kepada siswanya.
c. Metode sosiodrama
Sosiodrama
pada dasarnya mendramatisasi tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah
sosial. Jadi dalam pembelajaran guru memberikan penjelasan dengan
mendramatisasikan tingkah laku untuk memberikan contoh kepada siswa.
A.
Strategi Inquiry
Strategi Pembelajaran
Inquiry (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada
proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri
jawabannya dari suatu masalah yang ditanyakan.
Ada beberapa hal yang
menjadi utama strategi pembelajaran inquiry:
a) Menekankan
kepada aktifitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya
strategi inquiry menempatkan siswa sebagai objek belajar.
b) Jika
bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk atau konsep yang sudah
jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
c) Jika
proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
d) Jika
guru akan mengajar pada sekelompok siswa rata-rata memilki kemauan dan
kemampuan berpikir, atrategi ini akan kurang berhasil diterapkan kepada siswa
yang kurang memiliki kemampuan untuk berpikir.
e) Jika
jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh
guru.
f) Jika
guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada
siswa
SPI merupakan strategi
yang menekankan kepada pembangunan intelektual anak. Perkembangan mental
(intelektual) itu menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor,
yaitu maturation, physical experience, social experience,
dan equilibration.
Strategi ini
menggunakan beberapa metode yang relevan, diantaranya :
a.
Metode diskusi
Metode diskusi
adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui
pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya
sangat terbuka. Disini siswa melakukan diskusi tentang suatu masalah yang
diberikan oleh guru, sehingga siswa menjadi aktif.
b.
Metode pemberian tugas
Metode
pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan
siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. Disini guru memberikan suatu tugas
kepada siswa untuk diselesaikan oleh siswa, sehingga siswa menjadi aktif.
c.
Metode eksperimen
Metode
eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan
aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang
dipelajarinya. Jadi metode ini dalam strategi pembelajaran merangsang
siswa untuk melakukan suatu aktivitas aktif yang berdasarkan pengalaman yang ia
alami.
d. Metode tanya jawab
Metode
tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus
dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada
guru. Disini guru memberikan waktu untuk siswa bertanya kepada gurunya tentang
materi pembelajaran.
BAB III
PENUTUP
Oleh karena itu, guru perlu menguasai dan dapat
menerapkan berbagai strategi yang di dalamnya terdapat pendekatan, model, dan
teknik secara spesifik.v
Komentar
Posting Komentar